Langsung ke konten utama

Postingan

Kontroversi Pengorbanan Anak Ibrahim

Oleh: Taufik Hidayat Hari ini kita sudah masuk dalam puncak hari Penyembelihan (yaum an-nahr) atau dikenal dengan Idul Adha.Hari Penyembelihan memiliki keterkaitan sejarah yang cukup membumi, menjadi ritual seluruh umat manusia sejak zaman agama pagan yang mempersembahkan atau mengurbankan hewan demi sesembahannya yang diyakininya. Hari Raya Idul Adha kerapkali menyisakan pertanyaan mendasar tentang siapa yang menjadi sosok yang paling benar dikurbankan. Apakah Ismail sebagaimana yang diakui oleh umat Islam atau Ishak yang diakui oleh umat Nasrani dan Yahudi? Pertanyaan seperti ini sering kali diperdebatkan dikarenakan posisinya sangat penting untuk diakui sebagai sumber keteladanan pengorbanan. Setidaknya ketika seseorang hendak berkurban melalui hewan, pasti yang ada terngiang dalam imajinasinya untuk meneladani spirit pengorbanan yang dilakukan Ibrahim. Sebenarnya kalau kita lihat dalam Al-Quran sesungguhnya tidak menyebut secara eksplisit identitas anak yang dikorb...

Doa Ibu Laksana Pedang

Oleh: Taufik Hidayat Mungkin sejak kecil kita sudah sering diceritakan tentang sebuah kisah tentang seorang anak yang durhaka kepada ibunya yaitu kisah Malin Kundang dan ibunya Mande Rubayah. Memang sebagian masyarakat menganggap kisah ini adalah kisah fiktif atau kisah rakyat, tetapi kita bisa banyak mengambil pelajaran dari kisah ini. Mungkin kisah ini juga bisa mengingatkan kita akan segala jasa ibu khususnya di momentum hari ibu yang sudah berlalu beberapa hari lalu. Dikisahkan pada zaman dahulu di sebuah perkampungan nelayan Pantai Air Manis di daerah Padang, Sumatera Barat hiduplah seorang janda bernama Mande Rubayah bersama seorang anak laki-lakinya yang bernama Malin Kundang. Mande Rubayah amat menyayangi dan memanjakan Malin Kundang. Malin adalah seorang anak yang rajin dan penurut. Mande Rubayah sudah tua, ia hanya mampu bekerja sebagai penjual kue untuk mencupi kebutuhan ia dan anak tunggalnya. Suatu hari, Malin jatuh-sakit. Sakit yang amat keras, nyawanya hamp...

Ibu dan Perempuan Pertama

Oleh: Taufik Hidayat Tanggal 22 Desember hampir seluruh masyarakat Indonesia tak pernah lupa dengan diperingatinya hari Ibu. Hampir setiap kita mungkin memposting kata-kata indah di media sosial sebagai jasa dan tanda ucapan terima kasih kepada ibu kita. Hari ibu ini adalah momentum yang tak pernah terlupakan karena sosok seorang ibu bagi kehidupan kita begitu sangat berjasa. Ada juga pribahasa klasik yang sejak kecil sudah diajarkan dan tidak asing ditelinga kita tentang bahwa surga itu ada ditelapak kaki ibu. Benarkah surga itu betul-betul ada ditelapak kaki ibu? Jika kita kembali mengingat kisah manusia pertama yang ciptakan Tuhan, Tuhan menciptakan seorang laki-laki bernama Adam. Kemudian Tuhan melihat bahwa tidak mungkin manusia Adam ini hidup sendiri untuk mengurus segala ciptaan Tuhan yang sudah diciptakan sebelumnya, sehingga Tuhan memiliki inisiatif untuk menciptakan sosok perempuan yang sepadan dengan Adam. Kemudian Tuhan mengambil tulang rusuk Adam disaat dia...

Benarkah Nabi Muhammad Lahir Pada 12 Rabi'ul Awal?

Oleh: Taufik Hidayat Di daerah terpencil di Jazirah Arabia abad ke-6 tepatnya 12 Rabi’ul awal konon katanya lahir seorang sosok bernama Muhammad. Dari kelahirannya itulah Islam hadir ditengah-tengah bangsa Arab yang pada waktu itu jauh dari kebenaran, hingga akhirnya Islam menyebar ke pelosok dunia hingga saat ini. 12 rabi’ul awal menjadi bulan yang penuh sejarah dan rahmat bagi umat Islam hingga sebagian umat Islam khususnya di Indonesia merayakan kelahirannya. Tetapi yang menjadi pertanyaan disini, apakah benar sang Nabi ini lahir pada 12 rabi’ul awal? Jika kita melihat dari sumber-sumber Muslim awal/tradisional, tidak pernah satupun disebutkan tahun berapa Nabi lahir kecuali hanya sebutan “tahun gajah” yang merujuk pada peristiwa penyerangan tentara Abrahah dari Yaman ke kota Mekkah, karena pada saat itu konon katanya bertepatan dengan lahirnya sang Nabi. Akan tetapi tidak ada sumber yang jelas kapan “tahun gajah” itu terjadi. S ebenarnya tidak cukup banyak dan pasti su...

KEKERASAN DALAM SEJARAH AGAMA SEMITIK

Oleh: Taufik Hidayat Dalam sejarah agama Semitik Yahudi, Kristen, Islam, sering sekali diwarnai oleh kekerasan meskipun dalam kitab suci agama semitik tersebut lebih condong mengajarkan perdamaian, nilai-nilai kemanusiaan, dan kebaikan. Misalkan dalam Alkitab Ibrani yang sering dikenal dengan “Bereishit” atau kitab Kejadian. Di dalam kitab Kejadian yang dipercayai oleh komunitas iman (Yahudi, Kristen) misalnya, kitab ini diawali dengan penciptaan Tuhan seperti halnya alam raya dan manusia. Akan tetapi manusia pertama Adam dan Hawa gagal dalam mewujudkan harapan Tuhan sehingga mereka dijatuhkan hukuman. Kisah kejatuhan Adam dan Hawa terus diikuti oleh drama pertumpahan darah yang melibatkan dua orang bersaudara: Kain dan Habel. Inilah kekerasan pertama yang terjadi dalam sejarah agama semitik. Kisah kekerasan dua bersaudara ini banyak memunculkan suatu pertanyaan, mengapa Tuhan menerima persembahan Habel dan menolak persembahan Kain? Menurut Mun’im Sirry dalam bukunya Islam...