Langsung ke konten utama

Postingan

Simbol Phobia

Oleh: Taufik Hidayat Sejak lahirnya Islam yang di bawa oleh Rasulullah Muhammad SAW, simbol-simbol keagamaan, budaya, dan bahasa sudah tidak asing lagi di kalangan bangsa arab. Hal tersebut terjadi karena pada waktu itu Muhammad dalam kehidupannya selalu berinteraksi dengan agama lain, seperti hal nya Yahudi dan Nasrani. Tetapi pada waktu itu, Muhammad dan para sahabat tidak phobia akan simbol-simbol tersebut, karena beliau tau bahwa simbol itu bagian dari identitas agama tertentu yang memang saling berkaitan satu sama lain. Keterkaitan ini sebenarnya hanya dimiliki oleh agama Semitik yang memang adalah suatu agama yang lahir dari satu keturunan, yaitu Ibrahim. Melalui Ibrahim lahirlah dua sosok manusia yang menjadi lambang lahirnya peradaban agama Semitik hingga saat ini. Misalnya Ismail putra Hajar, dia adalah lambang dari lahirnya peradaban Islam, bagitupun Ishaq putra Sarah, dia adalah lambang lahirnya peradaban Yahudi dan Nasrani melalui keturunannya.  Dari s...

“TUHAN”

Oleh: Taufik Hidayat Dalam sejarah agama-agama yang ada di dunia, berbicara Tuhan memang banyak mengundang kontroversi karena sikap dan konsep Tuhan yang sejatinya berbeda-beda. Setiap agama mencoba untuk memberikan penafsiran tentang Tuhan dalam upaya memberikan penjelasan dan pemahaman akan Tuhan tersebut. Pada satu titik tertentu, nama Tuhan terkadang dijadikan alat dalam suatu kepentingan tertentu dalam upaya mencapai apa yang ditujunya. Nama Tuhan seakan-akan menjadi sebuah bumerang antar sesama manusia yang memiliki perbedaan kepentingan. Disatu sisi, konsep tentang Tuhan mendorong orang untuk mencintaiNya, Tuhan dijadikan teladan serta lambang tentang cinta kasih dan sejati, Tuhan menjadi lambang keadilan dan kebaikan, hingga akhirnya bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan juga harus siap hidup dalam keadilan dan kebaikan setiap saatnya. Disisi lain, konsep Tuhan bukan hanya berada dalam lingkaran yang positif, tetapi konsep Tuhan terkadang memiliki nilai ...

Die ewige Winderkehr des Gleichen Nietzsche

Oleh:Taufik Hidayat Nietzsche, ya, dia adalah salah satu filsuf yang cukup kontroversi pada zamannya. Kenapa? Karena dia pernah mendeklarasikan bahwa Tuhan telah mati, sehingga dia dijuluki "Pembuhun Tuhan". Lontaran dia tentang Tuhan telah mati inilah yang membuat dia menjadi salah satu filsuf yang menarik untuk diperbincangkan hingga saat ini. Selain itu, semua tau bahwa dia juga seorang Atheis yang percaya bahwa Tuhan tidak ada, ini mungkin yang bisa dikatakan dengan sebutan "kepercayaan kepada ketidakpercayaan". Tapi selain kontroversi diatas, ada hal menarik yang perlu dipahami dalam filsafat Nietzsche ini yang menjadi salah satu pokok penting dari filsafatnya, yaitu Keulangkembalian abadi dari yang sama (Die ewige Winderkehr des Gleichen). Tetapi sebelum masuk dalam pemikirsn filsafat ini, terlebih dahulu saya akan sedikit memaparkan latar belakang Nietzsche, baik dalam segi keluarga maupun pendidikannya. Friedrich Wilhelm Nietzsche adalah nama lengk...

Modernisasi Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Zaman (Bagian 4)

Oleh: Taufik Hidayat Tantangan Lembaga Pendidikan Islam Permasalahan pendidikan Islam di Indonesia secara umum, diidentifikasi ke dalam empat krisis pokok, yaitu menyangkut masalah kualitas, relevansi, elitism, dan manajemen. Berbagai indikator kuantitatif dikemukakan berkenaan dengan keempat masalah di atas, antara lain analisis komparatif yang membandingkan situasi pendidikan antara negara kawasan Asia. Keempat masalah tersebut merupakan masalah besar, mendasar, dan multidimensional, sehingga sulit dicari ujung pangkal pemecahannya. Permasalahan ini terjadi pada pendidikan secara umum di Indonesia, termasuk pendidikan Islam yang dinilai justru lebih besar problematikanya (Hujair A. H. Sanaky, 2008: 84). Pendidikan Islam juga dihadapkan dan terperangkap pada persoalan yang sama,   bahkan   apabila diamati   dan kemudian disimpulkan pendidikan Islam terkukung dalam kemunduran, keterbelakangan, ketidakberdayaan, dan kemiskinan, ...

Modernisasi Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Zaman (Bagian 3)

Oleh: Taufik Hidayat Dinamika Lembaga Pendidikan Islam 1. Pesantren   Sebelum tahun 1960-an, pusat-pusat pendidikan pesantren lebih dikenal dengan nama pondok. Istilah pondok barangkali berasal dari pengertian asrama-asrama para santri atau tempat tinggal yang dibuat dari bambu, atau barangkali berasal dari kata Arab, funduq , yang artinya hotel atau asrama (Zamakhsyari Dhofier, 2011: 41). Menurut asal katanya pesantren berasal dari kata santri yang mendapat imbuhan awalan pe dan akhiran an yang menunjukkan tempat. Dengan demikian, pesantren artinya tempat para santri (Samsul Nizar, 2007: 286). Menurut Karel A Steenbring, sebagaimana dikutip oleh Ahmad Mutohar dan Nurul Anam, pesantren adalah sekolah tradisional Islam berasrama di Indonesia (2013: 171). Dalam perspektif sejarah, lembaga pendidikan yang terutama berbasis di pedesaan ini telah mengalami perjalanan sejarah yang panjang, sejak sekitar abad ke-18. Seiring dengan perjalanan waktu, pesantren sedikit demi...

Modernisasi Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Zaman (Bagian 2)

Oleh: Taufik Hidayat   1. Pengertian Pendidikan Islam Secara terminologis term pendidikan mengusung pengertian yang bervariasi, tergantung pada latar belakang rumusannya. Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mendefinisikan pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, 2003: 37). Rumusan nasional tentang istilah “Pendidikan’ adalah sebagai berikut: “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan dating” (UU R.I. No. 2 tahun 1989, Bab I, Pasa...