Langsung ke konten utama

Postingan

Jawaban Ibnu Rusyd Atas Sanggahan Al-Ghazali

Ibnu Rusyd adalah salah satu filosof Muslim yang pemikirannya cukup berpengaruh bagi dunia Muslim ataupun Eropa. Ibnu Rusyd biasanya lebih umum dikenal dengan sebutan Averrois. Sebenarnya sebutan Averrois untuk Ibnu Rusyd ini adalah akibat dari terjadinya metamorfose Yahudi-Spanyol-Latin. Oleh orang Yahudi, kata arab Ibnu  diucapkan seperti kata Ibrani (bahasa Yahudi) dengan Aben . Sedangkan dalam standar Latin Rusyd menjadi Rochd. Dengan demikian nama Ibnu Rusyd menjadi Aben Rochd. Tetapi dalam bahasa Spanyol huruf konsonan "b" diubah menjadi "v", maka Aben  menjadi  Aven Rochd. Melalui asimilasi huruf-huruf konsonan dalam bahasa Arab disebut idgham  kemudian berubah menjadi Averrochd.  Karena dalam bahasa latin tidak ada konsonan huruf "sy", kemudian huruf "sy" diganti dengan "s" sehingga menjadi Averrosd.  Kemudian, rentetan "s" dan "d" dianggap sulit dalam bahasa Latin, maka huruf "d" dihilangkan ...

Gnothi Sauton Nietzche

Dalam tulisan sebelumnya, saya sudah memaparkan pokok penting dari filsafat Nietzche yaitu, "Keulangkembalian abadi dari yang sama" (Die ewige Winderkehr des Gleichen). Keulangkembalian abadi dari yang sama ini membahas tentang bagaimana manusia harus berani menanggung apa yang tidak dapat diubah, melainkan juga harus mencintainya atau dengan istilah lain disebut sebagai Amor Fati .  Nietzche dalam filsafatnya juga berbicara  tentang "Gnothi Sauton" atau "Kenalilah Dirimu Sendiri" . Sebenarnya Gnothi Sauton  yang di kemukakan oleh Nietzche ini adalah salah satu pepatah dari Yunani kuno yang tertulis di pintu masuk Kuil Delphi Gnothi Seauton (kadang ditulis Gnothi Sauton, artinya kenalilah dirimu sendiri ). Apa yang menjadi maksud dari kenalilah dirimu sendiri ini? Bagi orang Yunani sendiri, tulisan ini memiliki makna yang religius. Dalam arti bahwa manusia diingatkan bahwa dirinya adalah manusia saat ia mau berkonsultasi pada dewa Apollo lewat...

Pertapa dan Pelacur

Ada seorang pertapa Tinggal diasramanya, dan di seberang jalan Tepat berhadapan dengan asramanya itu Ada rumah bordil Di mana tinggal seorang pelacur. Setiap hari Ketika pertapa akan melakukan meditasi, Dia melihat Para lelaki datang dan pergi dari rumah pelacur itu. Dia melihat Pelacur itu sendiri menyambut dan mengantar tamu-tamu nya. Setiap hari Pertapa itu membayangkan dan merenungkan Perbuatan memalukan yang berlangsung di kamar pelacur itu, Dan Hatinya dipenuhi oleh kebencian akan kebobrokan moral dari pelacur itu.  Di lain sisi, Setiap hari Pelacur itu melihat sang pertapa dalam praktek-praktek spiritualnya (sadhana). Dia berpikir betapa indahnya untuk menjadi demikian suci, untuk menggunakan waktu dalam doa dan meditasi. Tapi Kemudian dia mengeluh, ”Nasibku memang menjadi pelacur. Ibuku dulu adalah seorang pelacur, dan Putriku nanti juga akan menjadi pelacur. Demikianlah hukum negeri ini.”  Pertapa dan pelacur itu mati pada hari yang sama Dan berdiri di de...

Simbol Phobia

Oleh: Taufik Hidayat Sejak lahirnya Islam yang di bawa oleh Rasulullah Muhammad SAW, simbol-simbol keagamaan, budaya, dan bahasa sudah tidak asing lagi di kalangan bangsa arab. Hal tersebut terjadi karena pada waktu itu Muhammad dalam kehidupannya selalu berinteraksi dengan agama lain, seperti hal nya Yahudi dan Nasrani. Tetapi pada waktu itu, Muhammad dan para sahabat tidak phobia akan simbol-simbol tersebut, karena beliau tau bahwa simbol itu bagian dari identitas agama tertentu yang memang saling berkaitan satu sama lain. Keterkaitan ini sebenarnya hanya dimiliki oleh agama Semitik yang memang adalah suatu agama yang lahir dari satu keturunan, yaitu Ibrahim. Melalui Ibrahim lahirlah dua sosok manusia yang menjadi lambang lahirnya peradaban agama Semitik hingga saat ini. Misalnya Ismail putra Hajar, dia adalah lambang dari lahirnya peradaban Islam, bagitupun Ishaq putra Sarah, dia adalah lambang lahirnya peradaban Yahudi dan Nasrani melalui keturunannya.  Dari s...

“TUHAN”

Oleh: Taufik Hidayat Dalam sejarah agama-agama yang ada di dunia, berbicara Tuhan memang banyak mengundang kontroversi karena sikap dan konsep Tuhan yang sejatinya berbeda-beda. Setiap agama mencoba untuk memberikan penafsiran tentang Tuhan dalam upaya memberikan penjelasan dan pemahaman akan Tuhan tersebut. Pada satu titik tertentu, nama Tuhan terkadang dijadikan alat dalam suatu kepentingan tertentu dalam upaya mencapai apa yang ditujunya. Nama Tuhan seakan-akan menjadi sebuah bumerang antar sesama manusia yang memiliki perbedaan kepentingan. Disatu sisi, konsep tentang Tuhan mendorong orang untuk mencintaiNya, Tuhan dijadikan teladan serta lambang tentang cinta kasih dan sejati, Tuhan menjadi lambang keadilan dan kebaikan, hingga akhirnya bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan juga harus siap hidup dalam keadilan dan kebaikan setiap saatnya. Disisi lain, konsep Tuhan bukan hanya berada dalam lingkaran yang positif, tetapi konsep Tuhan terkadang memiliki nilai ...

Die ewige Winderkehr des Gleichen Nietzsche

Oleh:Taufik Hidayat Nietzsche, ya, dia adalah salah satu filsuf yang cukup kontroversi pada zamannya. Kenapa? Karena dia pernah mendeklarasikan bahwa Tuhan telah mati, sehingga dia dijuluki "Pembuhun Tuhan". Lontaran dia tentang Tuhan telah mati inilah yang membuat dia menjadi salah satu filsuf yang menarik untuk diperbincangkan hingga saat ini. Selain itu, semua tau bahwa dia juga seorang Atheis yang percaya bahwa Tuhan tidak ada, ini mungkin yang bisa dikatakan dengan sebutan "kepercayaan kepada ketidakpercayaan". Tapi selain kontroversi diatas, ada hal menarik yang perlu dipahami dalam filsafat Nietzsche ini yang menjadi salah satu pokok penting dari filsafatnya, yaitu Keulangkembalian abadi dari yang sama (Die ewige Winderkehr des Gleichen). Tetapi sebelum masuk dalam pemikirsn filsafat ini, terlebih dahulu saya akan sedikit memaparkan latar belakang Nietzsche, baik dalam segi keluarga maupun pendidikannya. Friedrich Wilhelm Nietzsche adalah nama lengk...

Modernisasi Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Zaman (Bagian 4)

Oleh: Taufik Hidayat Tantangan Lembaga Pendidikan Islam Permasalahan pendidikan Islam di Indonesia secara umum, diidentifikasi ke dalam empat krisis pokok, yaitu menyangkut masalah kualitas, relevansi, elitism, dan manajemen. Berbagai indikator kuantitatif dikemukakan berkenaan dengan keempat masalah di atas, antara lain analisis komparatif yang membandingkan situasi pendidikan antara negara kawasan Asia. Keempat masalah tersebut merupakan masalah besar, mendasar, dan multidimensional, sehingga sulit dicari ujung pangkal pemecahannya. Permasalahan ini terjadi pada pendidikan secara umum di Indonesia, termasuk pendidikan Islam yang dinilai justru lebih besar problematikanya (Hujair A. H. Sanaky, 2008: 84). Pendidikan Islam juga dihadapkan dan terperangkap pada persoalan yang sama,   bahkan   apabila diamati   dan kemudian disimpulkan pendidikan Islam terkukung dalam kemunduran, keterbelakangan, ketidakberdayaan, dan kemiskinan, ...