Langsung ke konten utama

Postingan

Kisah Pengorbanan Putra Ibrahim Dalam Yahudi, Kristen, dan Islam

(Tulisan pertama dari tiga tulisan) Kisah pengurbanan putra Nabi Ibrahim sangat populer dalam kalangan Yahudi, Kristen, dan Islam. Misalkan dalam kitab Taurat Sefer Beresit (Kejadian 22: 1-14). Disana dijelaskan bahwa putra Ibrahim yang akan dikorbankan adalah Ishak. Kitab ini merupakan sumber tertua, jauh sebelum versi Islam muncul pada abad VII M. Kitab Injil juga menyinggung sekilas dalam rangka teladan iman dan ketaatan seperti yang tertulis dalam Surah Ibrani: "Pistei prosenenoksen Abraham to Isaak peirazomenos"  Artinya: "Karena iman, tatkala dicobai, Abraham mempersembahkan Ishak" (Ibrani: 11: 170). Sedangkan dalam al-Qur'an sendiri menyebutkan kisah tersebut dalam Surah Ash-Shaffat: 101-102: "Fabasyarnahu bi ghulamin halim". Artinya: "Dan kami berikan kabar gembira dengan seorang anak yang penyantun".  Akan tetapi di ayat ini tidak di jelaskan siapa anak yang akan dikorbankan, melainkan hanya menyebutkan identitas anak...

PANCASILA: Perpaduan Dua Ideologi

Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia yang terdiri dari 5 Sila. Dalam sila ke 1 dan ke 5 adalah merupakan perpaduan dari dua ideologi besar dunia. Ideologi pertama adalah Manifesto Komunis  dan ideologi kedua adalah Deklarasi Kemerdekaan AS .  Dalam catatan sejarah,  Manifesto Komunis ini lahir dan didirikan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels. Mereka berdua berasal dari Jerman dan disebut sebagai bapa pendiri paham komunis. Friedrich Engels sendiri adalah seorang industrialis yang dikirim keluarganya untuk memimpin pabrik di Manchester Inggris. Disitulah dia mulai memiliki kepedulian kepada kelas pekerja yang pernah dituangkan dalam bukunya yang berjudul Condition of the Working Classes in England pada tahun 1844. Marx dan Engels adalah dua sahabat yang cukup akrab di masa hidupnya. Sedangkan Deklarasi Kemerdekaan AS adalah deklarasi yang pertama kali keluar pada masa kepresidenan Thomas Jefferson. Thomas Jefferson lahir di Shadwell, Virginia...

Kontroversi Pengorbanan Ibrahim

Setiap tahun umat Muslim selalu merayakan yaum an-nahr  atau dikenal dengan Idul Adha. Hari Penyembelihan ini memiliki keterkaitan sejarah yang cukup membumi, menjadi sebuah ritual seluruh umat manusia sejak zaman agama pagan yang mempersembahkan atau mengurbankan hewan demi sesembahannya yang diyakininya. Hari Raya Idul Adha kerapkali menyisakan pertanyaan mendasar tentang siapa yang menjadi sosok yang paling benar dikurbankan. Apakah Ismail sebagaimana yang diakui oleh umat Islam atau Ishak yang diakui oleh umat Yahudi dan Kristen? Pertanyaan seperti ini sering kali diperdebatkan dikarenakan posisinya sangat penting untuk diakui sebagai sumber keteladanan pengorbanan.  Setidaknya ketika seseorang hendak berkurban melalui hewan, pasti yang ada teringat dalam imajinasinya adalah untuk meneladani spirit pengorbanan yang dilakukan Ibrahim. Sebenarnya kalau kita lihat dalam konteks Al-Quran sendiri sesungguhnya tidak menyebut secara eksplisit identitas anak yang dikor...

Polemik Dunia Idea Platon 1

Pada tulisan ini saya akan menggunakan nama "Platon"  dan bukan "Plato" yang biasa kita dengar dan ucapkan. Hal ini sebenarnya supaya kita bisa lebih kembali kepada nama yang memang pada umumnya di Yunani. Platon adalah warga Yunani yang hidup di Athena pada tahun 428/427-347/346 SM. Plotinos yang hidup di zaman Kekaisaran Romawi, dalam Enneades IV 8 [6] 1, 23-24, menyebutnya dengan penuh hormat sebagai ho theios Platon (Platon yang ilahi). Pada gilirannya, Platonis ini dijuluki sebagai al-Shaykh al-Yunani . Sementara itu, dalam tradisi Islam yang sama menyebut Platon dengan sebutan Alfatun . Saat ini orang Italia mengikuti suara Yunani dan menulisnya dengan tambahan "e" menjadi Platone . Jerman sebagai negara yang menghasilkan para filsuf besar mengikuti Yunani dengan menuliskan Platon , dan orang Perancis menyebutnya Platon seperti halnya Yunani tetapi bunyi suaranya berakhiran "ong" . Orang Inggris menamainya Plato (yang disuarakan menjadi...

Polemik Dunia Idea Platon 2

Tulisan berikut adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya yang membahas mengenai Polemik Dunia Idea Platon. Dalam tulisan sebelumnya, menjelaskan bahwa di dalam buku-buku filsafat yang tersebar di Indonesia banyak sekali yang mengatakan bahwa Platon telah mengadvokasi teori dunia inderawi versus dunia idea, sehingga banyak sekali yang beranggapan dan menafsirkan bahwa Platon sebagai pengusung teori tentang "dunia idea".  Dan bersamaan dengan itu, Platon dianggap sebagai pelopor dualisme : dunia kita (dunia iderawi) diperlawankan dengan dunia idea (dimana di sana ada kursi ideal, ada kuda ideal, dan semua yang bagus-bagus bak surga khayalan kita). Dalam teks Mohamad Hatta dalam buku ( Alam Pikiran Yunani) yang ditulis di pembuangan (Banda Neira, 1941) memberikan uraian jelas tentang pemikiran Platon yang mengetengahkan dua dunia.  "Dunia yang bertubuh adalah dunia yang dapat diketahui dengan pandangan pengalaman (pen: opini/ doxa ). Dalam dunia itu semuanya b...

Modernisasi Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Zaman Bag 7

Gagasan Dan Prinsip Modernisasi Pendidikan Islam        Modernisasi yang mengandung pikiran, aliran, gerakan, dan usaha untuk mengubah paham adat istiadat, instituisi lama dan sebagainya, agar semua itu dapat disesuaikan dengan pendapat-pendapat dan keadaan baru yang timbul oleh tujuan ilmu pengetahuan serta teknologi modern. Modernisasi atau pembaruan juga berarti proses pergeseran sikap dan mentalitas mental sebagai warga masyarakat untuk bisa hidup sesuai dengan tuntutan hidup masyarakat kini (Abuddin Nata, 2013: 87-88).         Modernisasi merupakan proses penyesuaian pedidikan Islam dengan kemajuan zaman. Latar belakang dan Pola-pola pembaharuan dalam Islam, khususnya dalam pendidikan mengambil tempat sebagai: a. Golongan yang berorentasi pada pola pendidikan modern barat b. Gerakan pembaharuan pendidikan Islam yang berorentasi pada sumber Islam yang murni dan, c. Pembaharuan pendidikan yang berorientasi pada...

Nietzsche "Warta Kematian Tuhan"

Tulisan ini akan saya awali dengan potongan terakhir tulisan Nietzsche La Gaya Scienza-GS 344 tentang kebutuhan untuk percaya dalam sains berbicara tentang situasi peradaban Nietzsche dan masa depannya: "Tetapi lalu harus bilang apa, jika itu semua semakin lama semakin terdiskreditkan, jika semuanya ternyatakan sebagai tidak ilahi, jika itu semua adalah kesalahan, kebutaan, kebohongan dan jika Tuhan itu sendiri ternyatakan sebagai kebohongan kita yang paling awet?" Seandainya selama ini apa yang dipercaya ternyata tidak bisa di percaya lagi, apa yang akan terjadi? Dengan pertanyaan ini bukan berarti bahwa 'isi kepercayaan' adalah salah. Kesalahan seperti itu pun terbukti berguna bagi kehidupan sebagaimana obat. Konteks lebih luar menunjukkan bahwa soalnya bukan pada isi kepercayaan itu sendiri yang salah, melainkan cara penghendakan atasnya secara mati-matian yang harus dikoreksi. Ini sama dengan pernyataan Nietzsche di tempat lain tentang kebenaran sebagai i...